Al Habib Munzir bin Fuad Al musawa beliau bercerita :
Saya pernah didatangi para pemuda yg mengeluhkan seorang Kyai yg
sangat bengis, tajam bicaranya, keras kepala dan dibenci oleh masyarakat
sekitar, ia selalu mencaci siapa saja diatas mimbar, dan rupanya saya
adalah dari orang yg paling ia benci.. ia selalu memaki maki saya
dimanapun ia mengajar, saya sempat kesal dan bertanya tanya :
"apa salah
saya padanya?", ternyata karena banyak dari pemuda di wilayahnya tak
mau belajar padanya dan mereka hadir di majelis majelis saya yg cukup
jauh dari wilayah itu.. suatu hari saya bertemu dengannya disatu masjid
besar, kebetulan ia khutbah jumat, sedangkan masyarakat masjid itu
adalah sebagian besar murid murid saya, sampai Ketua Masjid sudah pucat
melihat saya datang tuk shalat jumat, maka ketua masjid menawarkan saya
khutbah jumat dan menggagalkan kyai itu, tentunya saya menolak, saya
biarkan saja ia naik berkhutbah, ia tak tahu bahwa saya ada di shof
hadirin, ketika selesai shalat jumat ia masih duduk berdoa, maka saya
mendekati dia, saya mencium tangannya, lalu saya bersimpuh dan mencium
pahanya, bagai anak yg sangat memuliakan dan mencintai ayahnya yg sudah
lanjut usia, ia kaget, ia tak tahu bahwa inilah orang yg ia selalu caci
maki, saya pergi.. ia pun bertanya tanya siapa itu pemuda tadi yg pakai
sorban dan ia mencium kaki saya?, orang orang berkata : dia itu orang yg
selalu pak kyai caci maki.., dia itu Ustaz Munzir..!, maka ia berubah
total.. kini dimanapun ia naik mimbar pasti ia memuji saya, diantara
kata katanya : "siapa berani menentang habib munzir maka hadapi saya!"
begitu saudariku, tiap kali ia jumpa saya pasti ia memeluk saya dan
menangis...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar