Kamis, 04 Juli 2013

KEUTAMAAN " SHOLAWAT KEPADA NABI SAW"


Fadlilah membaca sholawat kepada Nabi SAW.


Ketika suatu waktu ada setengah dari sahabat yang mengajukan pertanyaan kepada nabi :
Ya Rosululloh...Alloh SWT selalu memberi 10 sholawat(rahmat) kepada siapa saja yang membaca satu sholawat kepada engkau..duhai rosul, apakah yang diatas itu harus dengan hati yang hadir ?
jawab Rosululloh : tidak...siapa saja yang membaca sholawat kepadaku (nabi saw) meskipun dengan hati yang lalai, tetep Alloh SWT bakal memberi pahala yang sama dengan besarnya gunung dan para malaikat selalu mendoakan serta memohonkan ampunan kepada orang yang membaca sholawat tersebut, dan jika ada orang yang membaca sholawat dengan hati yang hadir maka balasannya hanyalah alloh yang mengerti ( karena teramat besarnya balasan pahalanya).

Rabu, 03 Juli 2013

Siksa kubur

A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui
adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang
wanita yahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia
berkata: "Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur.
Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum
Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi Muhammad s.a.w
maka Nabi Muhammad s.a.w memberitahu kepadaku
bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya
seorang muslim berlindung kepada Allah s.w.t. dari siksa
kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan
amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka Allah
s.w.t. telah memudahkan baginya segala amal soleh.
Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia
akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat
menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal
harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati,
kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat
ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir
dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika
didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada
orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan
waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata.
Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia
sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu
mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini
dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-
rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin
daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat
berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak
akan dapat mencari atau mencapainya.

Cerita hikmah dari habib Munzir al musawa

Al Habib Munzir bin Fuad Al musawa beliau bercerita :
Saya pernah didatangi para pemuda yg mengeluhkan seorang Kyai yg sangat bengis, tajam bicaranya, keras kepala dan dibenci oleh masyarakat sekitar, ia selalu mencaci siapa saja diatas mimbar, dan rupanya saya adalah dari orang yg paling ia benci.. ia selalu memaki maki saya dimanapun ia mengajar, saya sempat kesal dan bertanya tanya :

"apa salah saya padanya?", ternyata karena banyak dari pemuda di wilayahnya tak mau belajar padanya dan mereka hadir di majelis majelis saya yg cukup jauh dari wilayah itu.. suatu hari saya bertemu dengannya disatu masjid besar, kebetulan ia khutbah jumat, sedangkan masyarakat masjid itu adalah sebagian besar murid murid saya, sampai Ketua Masjid sudah pucat melihat saya datang tuk shalat jumat, maka ketua masjid menawarkan saya khutbah jumat dan menggagalkan kyai itu, tentunya saya menolak, saya biarkan saja ia naik berkhutbah, ia tak tahu bahwa saya ada di shof hadirin, ketika selesai shalat jumat ia masih duduk berdoa, maka saya mendekati dia, saya mencium tangannya, lalu saya bersimpuh dan mencium pahanya, bagai anak yg sangat memuliakan dan mencintai ayahnya yg sudah lanjut usia, ia kaget, ia tak tahu bahwa inilah orang yg ia selalu caci maki, saya pergi.. ia pun bertanya tanya siapa itu pemuda tadi yg pakai sorban dan ia mencium kaki saya?, orang orang berkata : dia itu orang yg selalu pak kyai caci maki.., dia itu Ustaz Munzir..!, maka ia berubah total.. kini dimanapun ia naik mimbar pasti ia memuji saya, diantara kata katanya : "siapa berani menentang habib munzir maka hadapi saya!" begitu saudariku, tiap kali ia jumpa saya pasti ia memeluk saya dan menangis...

Selasa, 02 Juli 2013

Upaya Setan Melelapkan Orang Tidur


Segala cara akan dilakukan setan untuk menjauhkan manusia dari jalan Allah SWT. Salah satunya adalah dengan mempengaruhi manusia agar menyukai tidur dan melelapkannya hingga manusia tersebut meninggalkan ibadah

Kisahnya.
Dalam sebuah riwayat dari Imam Bukhari dan Imam Muslim dikisahkan bahwa Rasulullah SAW pada suatu saat mengetahui seorang pemuda yang gemar tidur. Pemuda tersebut selalu memperbanyak waktu tidurnya sehingga meninggalkan banyak ibadah kepada Allah SWT. Ketika Rasulullah mengetahui bahwa pemuda itu tidur sepanjang malam hingga subuh, bahkan pemuda itu tidak melaksanakan shalat malam, Rasul pun bersabda kepada para sahabat-sahabatnya.
"Sesungguhnya pemuda itu telah dikencingi setan di kedua telinganya," sabda Rasulullah SAW.

Dalam riwayat lain juga diceritakan bahwa setan selalu memberikan tiga ikatan di kepala orang yang tidur. Ketiga ikatan itu berfungsi agar orang tersebut terlelap tidur sehingga banyak meninggalkan ibadah.

Diikat Setan.
Jika orang itu bangun, kemudian teringat kepada Allah SWT, maka lepaslah satu ikatan.
Jika ia bangkit dan berwudhu, maka lepaslah ikatan yang kedua, lalu jika orang tersebut melakukan shalat, maka lepaslah semua ikatan itu.
Pada pagi harinya, orang itu akan terlihat giat dan berseri-seri. Namun, apabila ketiga ikatan itu tidak terlepas, maka pagi harinya orang tersebut terlihat kusut dan bermalas-malasan.

Iblis sangat serius melelapkan setiap manusia dalam tidur yang panjang.
Bahkan iblis memiliki anak buah yang khusus untuk menjalankan misinya tesebut. Anak buah iblis tersebut bernama Haz. Tiap malam setan Haz bekerja dengan mengelilingi barat dan timur demi mendatangi orang yang tidur sembari membisikkan rayuan.
"Tenanglah, tenanglah, malam masih panjang, tidurlah," ucap setan Haz mempengaruhi orang yang tidur.

Namun, agama islam memiliki cara untuk menghindari godaan setan Haz tersbut.
Pertama dengan berwudhu sebelum tidur. Menurut Imam Al Ghazali dalam kitabnya Maraqiy Al Ubudiyyah disebutkan bahwa barang siapa yang tidur dalam keadaan suci, maka ia akan ditunggui malaikat di atas kepalanya. Apabila ia terbangun dari tidurnya, malaikat itu akan berdoa kepada Allah SWT agar memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang tidur dalam keadaan suci.

Serdadu Iblis.
Langkah kedua untuk menghindari godaan iblis dan anak buahnya adalah jangan lupa berdoa sebelum tidur, karena barang siapa yang membaca doa sebelum tidur, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.

Doa sebelum tidur sudah pada tahu semua kan.
Ini ada doa sebelum tidur yang diambil dari tafsir Al Mansub Ilayh.
"La hawla wala quwwata illa billah al 'aliyyil 'adzim, wa shalallahu 'alamuhammadin wa alihi."

Dalam tafsir tersebut dikisahkan bahwa barang siapa yang berlindung kepada Allah denga membaca kalimat doa tersebut, maka para setan akan lari dan melapor kepada iblis.

Dijaga Ratusan Ribu Malaikat.
Ketika iblis dengan serdadunya menggoda orang tersebut, maka Allah SWT segera memerintahkan kepada ratusan ribu malaikat untuk melawan iblis-iblis itu. Para malaikat itu dilengkapi dengan persenjataan yang lengkap seperti kuda api, pedang, panah dan senjata lain yang semuanya berasal dari api untuk memerangi iblis.

Selanjutnya, iblis dan anak buahnya kalah dan tertangkap. Iblis ditinggal dengan banyak luka. Luka tersebut tidak akan sembuh, kecuali orang yang digoda tersebut berbuat maksiat. Iblis serta setan akan menunggangi punggung orang tersebut untuk terus menggoda supaya berbuat maksiat, dan kalau sudah berbuat maksiat, maka sembuhlah iblis itu.

Jika iblis atau setan berhasil menjerumuskan manusia untuk berbuat dosa, ia akan lari sembari tertawa penuh kemenangan.

** PADANG BULAN **



** PADANG BULAN **
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
[Allohumma Sholli wa Sallim 'alaa sayyidinaa wa maulanaa Muhammadin] 2X
['Adada maa fii 'ilmillahi Sholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi] 2X
[Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe] 2X
Ngelengake, ojo turu sore.
[E... Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore] 2X
[Lamun wong tuwo, Lamun wong tuwo keliru mimpine
Ngalamat bakal, Ngalamat bakal getun mburine] 2X
Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran
[Anak putune, rame rame rebutan warisan] 2X
[Wong tuwa loro, ing njero kubur anyandang susah
Sebab mirsani, putera puterine ora ngibadah (dho pecah belah)] 2X
Kang den arep-arep, yoiku turune rahmat
[Jebul kang teka - Jebul kang teka, nambahi fitnah] 2X
[Iki dino, ojo lali lungo ngaji
Takon marang, Kyai Guru kang pinuji] 2X
Enggal siro, ora gampang kebujuk syetan
[Insya Alloh, kito menang lan kabegjan] 2X
[Jaman kepungkur, ono jaman jaman buntutan
Esuk-esuk, rame rame luru ramalan] 2X
Gambar kucing, dikira gambar macan
[Bengi diputer - bengi diputer, metu wong edan] 2X
[Kurang puas kurang puas, luru ramalan
Wong ora waras wong ora waras, dadi takonan] 2X
Kang ditakoni, ngguyu cekaka’an
[Jebul kang takon - jebul kang takon, wis ketularan] 2x
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
** SHOLLU ‘ALAN NABI MUHAMMAD **

Senin, 01 Juli 2013

Keutamaan Memaafkan Dan Menahan Marah


Abu Dawud dan Ibn Abid Dunia meriwayatkan : Nabi s.a.w. bersabda :
من كظم غيظ وهو يقد ر عل ا نفا ذه ملا الله قلبه ا منا و ايما نا
"Siapa yang dapat menahan marahnya, padahal ia kuasa untuk melampiaskan  marahnya itu, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan iman dan rasa aman ketenangan."
Ibn Asakir meriwayatkan : Nabi s.a.w. bersabda :
و جبت محبة ِالله عل من اغضب فحلم
Pasti mendapat kasih sayang Allah, orang yang mengalami sesuatu yang memarahkannya, tetapi ia tetap sabar (tidak marah).
Ibn Assunni meriwayatkan : "Tiada sesuatu yang dihubungkan dengan yang lain, yang lebih utama dari pada hubungan kesabaran kepada ilmu. (Yaitu ilmu itu bila disertai kesabaran, maka itulah seutama-utamanya)."

Ibn Syahin berkata : Allah tidak pernah memulyakan seseorang karena kebodohannya, Juga Allah tidak pernah menghina seseorang karena kesabarannya, demikian pula tidak akan berkurang harta karena disedekahkan.
Attirmidzi meriwayatkan : Nabi s.a.w. bersabda : الا اخبر كم بمن يحر م عليه ا لنا ر . قلنا بلا يا ر سو ل الله قال: تحرم عل كل قريب هين لين سحل
Sukakah saya beritakan padamu, orang yang diharamkan masuk neraka ? Jawab sahabat : Baiklah ya Rasulullah.
Bersabda Nabi s.a.w. : "Neraka itu haram atas tiap orang yang lunak, ramah, lapang dada dan mudah baik hubungannya."
Alkhathib meriwayatkan : Orang yang sabar itu mulya di dunia, dan juga mulya di akherat. Bahkan orang yang sabar itu hampir-hampir menjadi nabi.
Anas r.a. berkata : Ketika saya sedang berjalan bersama Nabi s.a.w. yang ketika itu memakai serban buatan Najran yang agak tebal pinggiran serban itu, tiba-tiba datang seorang Badwi yang menarik- serban Nabi s.a.w. itu dari belakang hingga berbekas pinggiran serban itu dileher Nabi s.a.w. karena sangat keras tarikan Badwi itu, lalu ia berkata :
Ya Muhammad berikan padaku dari harta Allah yang ada ditanganmu. Maka Nabi s.a.w. menoleh pada Badwi itu dan tersenyum, kemudian menyuruh sahabat yang menjaga baitul mal supaya memberi pada Badwi apa yang diminta.
Alyaafi'i menceritakan, ketika Guru Abu Usman Aljizi berjalan dijalanan pada waktu tengah hari, tiba-tiba ada orang menuangkan abu dari atas rumah tingkatnya, dan tepat diatas kepala guru Abu Usman, maka kawan-kawan Abu Usman marah, dan mengumpat pada orang yang membuang abu itu, tiba-tiba Abu Usman berkata kepada kawan-kawannya itu  : "Jangan kamu mengumpat sedemikian, sebenarnya seorang yang layak dituangi api, lalu mendapat keringanan hanya dituangi abu, maka tidak boleh marah. Bahkan harus syukur atas keringanan itu.
Ada seorang sholeh mempunyai seekor kambing, tiba-tiba pada suatu  hari, ia melilnat kambingnya berkaki tiga, lalu ia bertanya Siapakah berbuat sedemikian terhadap kambingnya itu ? Jawab budak yang menggembala kambing itu : Saya.
Lalu ditanya : Mengapakah anda berbuat itu ? Jawabnya : Untuk merisaukan hatimu.
Dijawab oleh orang sholeh itu : Aku akan menjengkelkan syaithan yang menyuruhmu berbuat sedemikian, lalu ia berkata pada hambanya itu : Pergilah anda telah aku merdekakan.
Al Ahnaf bin Gays ketika ditanya : Dari siapakah anda belajar budi luhur itu ? Jawabnya : Dari Qays bin Aashim Almundziri.
Ditanya ; Bagaimana budi luhurnya ? Jawabnya : Pada suatu hari ketika ia duduk ditengah rumahnya,tiba-tiba datang budaknya membawa panggangan daging, tiba-tiba panggangan itu jatuh diatas anaknya, dan mati seketika anak kecil itu, maka tercenganglah ketakutan budak itu, lalu dikatakan oleh Qays : Tidak usah takut, anda kini aku merdekakan karena Allah. Kami mohon kepada Allah yang maha murah semoga membersihkan hati kami dari dosa-dosa yang samar, dan memberi pada kami akhlak dan budi yang baik. Aamiin.
Dikutip dari Kitab Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrasyad


Sholawat Nariyah / Tafrijiyyah



Sholawat Tafrijiyyah (sholawat memohon kelepasan dari kesusahan dan bencana) adalah antara sholawat yang terkenal diamalkan oleh para ulama kita. Sholawat ini juga dikenali sebagai Sholawat at-Tafrijiyyah al-Qurthubiyyah (dinisbahkan kepada Imam al-Qurthubi), dan ada juga ulama yang menisbahkannya kepada Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam al-Husain r.anhuma. Di negeri sebelah maghrib, ianya dikenali sebagai Sholawat an-Naariyah kerana menjadi amalan mereka apabila ingin melaksanakan sesuatu hajat atau menolak sesuatu bencana, mereka akan berkumpul dan membaca sholawat ini 4444 kali lalu terkabul hajat mereka dan tertolak segala malapetaka secepat api yang menyambar atau membakar. Ianya juga dikenali sebagai Miftahul Kanzil Muhiith li naili muraadil 'abiid (kunci perbendaharaan yang meliputi untuk menyampaikan harapan si hamba). Sholawat ini mempunyai keistimewaannya kerana selain sholawat ianya merupakan tawassul kepada Allah dengan Junjungan Nabi s.a.w. di mana kita menyebut nama dan dhamir Junjungan s.a.w. sebanyak 8 kali.

Menurut Imam al-Qurthubi sesiapa yang melazimi akan sholawat ini setiap hari 41 kali atau 100 kali atau lebih, nescaya Allah melepaskan kedukaan, kebimbangan dan kesusahannya, menyingkap penderitaan dan segala bahaya, memudahkan segala urusannya, menerangi sirnya, meninggikan kedudukannya, memperbaikkan keadaannya, meluaskan rezekinya, membuka baginya segala pintu kebajikan, kata-katanya dituruti, diamankan dari bencana setiap waktu dan dari kelaparan serta kefakiran, dicintai oleh segala manusia, dimakbulkan permintaannya. Akan tetapi untuk mencapai segala ini, seseorang itu hendaklah mengamalkan sholawat ini dengan mudaawamah (berkekalan).

Imam as-Sanusi berkata bahawa sesiapa yang melazimi membacanya 11 kali setiap hari, maka seakan-akan rezekinya turun langsung dari langit dan dikeluarkan oleh bumi.

Imam ad-Dainuri berkata bahawa sesiapa yang membaca sholawat ini dan menjadikannya wirid setiap selepas sholat 11 kali, nescaya tidak berkeputusan rezekinya, tercapai martabat yang tinggi dan kekuasaan yang mencukupi. Sesiapa yang mendawamkannya selepas sholat Subuh setiap hari 41 kali, tercapai maksudnya. Sesiapa yang mendawamkannya 100 kali setiap hari, terhasil kehendaknya dan memperolehi kehormatan/kemuliaan melebihi kehendaknya. Sesiapa yang mendawamkannya setiap hari menurut bilangan para rasul (313 kali) untuk menyingkap segala rahsia, maka dia akan menyaksikan segala apa yang dikehendakinya. Sesiapa yang mendawamkannya 1000 kali sehari, maka baginya segala yang tidak dapat hendak diterang dengan kata-kata, tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar dan tidak pernah terbetik di hati manusia.

Imam al-Qurthubi juga berpesan bahawa sesiapa yang berkehendak untuk menghasilkan hajatnya yang besar atau menolak bencana yang menimpa, maka bacalah sholawat ini sebagai tawassul dengan Junjungan Nabi yang empunya akhlak yang agung 4,444 kali, nescaya Allah ta`ala akan menyampaikan kemahuan dan harapan itu atas niat si pembaca. Ibnu Hajar al-'Asqalani telah menyebut akan kelebihan bilangan ini sebagai iksir fi sababit ta`siir (pati ubat sebagai penyebab berlakunya kesan).

Menurut kata ulama, sholawat ini adalah merupakan satu perbendaharaan daripada khazanah-khazanah Allah, dan bersholawat dengannya merupakan kunci-kunci pembuka segala khazanah-khazanah Allah yang dibukakan Allah bagi sesiapa yang mendawaminya serta dengannya seseorang boleh sampai kepada apa yang dikehendaki Allah s.w.t. Oleh itu silalah ikhwah semua merujuk kepada para ulama kita (ingat bukan ulama mereka kerana karang semuanya akan dibid`ahsesatkan) dan melihat akan karangan-karangan terdahulu seperti "Afdhalush Sholawat 'ala Sayyidis Saadaat" karangan Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, "Jawahirul Mawhub" dan "Lam`atul Awrad" kedua-duanya karangan Tok Syaikh Wan 'Ali Kutan al-Kelantani, "Khazinatul Asrar" karangan Syaikh Muhammad Haqqi an-Naazili dan lain-lain lagi. Sesiapa yang tak ingin beramal dengannya, tak mengapa, amalkan sahaja apa yang kamu nak amal, jangan nak berbalah pulak dengan aku kerana aku sekadar menukil kata ulama. Daripada berbalah, elok kita perbanyakkan sholawat, shollu 'alan Nabiy.